Category: My Voices


Hari Merdeka

Apa sih makna dari hari kemerdekaan itu??

Sebagian besar dari kita mungkin berpikir, bahwa berupa hari dimana kita melaksanakan upacara bendera untuk mengenang perjuangan bangsa ini. Bahkan ada yg merasa ini adalah salah satu tanggal merah yang ada diantara beberapa tanggal merah lain yang ada dalam setahun. Dan berusaha untuk melewatkannya dengan sesuatu yang menyenangkan, agar tidak jenuh untuk melewati hari-hari kerja lainnya.

Kita harus sadar.. Bahwa makna dari hari kemerdekaan yang usianya sudah lebih dari 60 tahun ini semakin jauh dari hati dan jiwa masyarakat kita.

Kapan terakhir kali kita mengenang nama-nama pahlawan kita. Seringkali nama-nama mereka hanya kita ingat di jalan-jalan yang dipergunakan. Bukan sebagai pahlawan yang kita kenang.

Kemana makna peribahasa “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan”

Janda-janda pahlawan, yang ada karena suaminya mengorbankan jiwa dan raganya justru digusur dari rumahnya..

Pencipta lagu-lagu perjuangan yang susah payah menciptakan setiap not, kunci, dan nada untuk membangkitkan rasa nasionalisme setiap warga negara yang mendengar dan menyanyikannya, sekarang…. untuk pergi berobat pun sudah tidak sanggup.

Sampai seberapa jauh kita memaknainya??

Lagu Anak

Industri musik di Indonesia semakin lama semakin berkembang, kita bisa melihat dengan semakin banyaknya acara-acara musik di tanah air yang semakin menggeliat. Bahkan banyak artis hingga band pendatang baru yang sering bermunculan.

Namun ada kekurangan yang tidak pernah dilihat oleh banyak orang dari produser hingga artis-artisnya. Sekarang ini, lagu-lagu untuk anak-anak sudah tidak ada. Bisa dilihat dari makin banyaknya anak-anak yang menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang sepantasnya tidak mereka nyanyikan.

Sebenarnya kelesuan ini sudah terjadi lebih dari bertahun-tahun lalu, hal ini bisa tampak dari tidak adanya lagi penyanyi cilik yang muncul sejak beberapa tahun yang lalu. Yang ada hanyalah penyanyi-penyanyi cilik yang menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang berkompetisi di suatu ajang pencarian bakat di televisi.

Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran dari para pelaku di industri musik tentang pentingnya lagu anak-anak untuk perkembangan psikologinya. Mereka cenderung hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya. Karena untuk lagu anak-anak memerlukan pencipta lagu yang jenaka dan mengerti dunia anak-anak. Segmen pasarnya pun hanya anak-anak, itupun hanya pada anak-anak kecil tertentu yang mampu membeli lagu maupun tiket-tiket konsernya. Sehingga untuk mendapatkan keuntungan memang tidak seberapa.

Ini merupakan suatu kemunduran yang tidak disadari oleh banyak pihak. Harus ada kesadaran dari orang-orang penting di bidang industri ini barulah dapat dilakukan perubahan yang berarti.

Organisasi Dunia

Sejak dulu bangsa kita merupakan bangsa yang selalu menginginkan perdamaian. Sehingga sewaktu perang dunia dahulu, bangsa kita memilih bergabung di gerakan Non-Blok, dengan tidak memihak blok barat maupun blok timur, hal ini karena sejatinya kita bangsa yang cinta damai.

Untuk itulah dibuat suatu perserikatan oleh bangsa-bangsa di dunia dalam skala internasional yang berfungsi untuk menciptakan perdamaian di seluruh dunia. Dimana organisasi ini selalu ingin menjadi penengah dan standar dalam segala masalah kemanusiaan yang terjadi di seluruh dunia. Dengan negara-negara besar sebagai pendirinya dan hampir seluruh negara di dunia adalah anggotanya.

Namun kita perlu mengetahui, sisi lain dari organisasi bertaraf internasional ini. Dengan hampir bergabungnya seluruh negara didunia ini sebagai anggotanya, otomatis musuh yang ingin dihadapinya berkurang, bahkan menjadi tidak ada sama sekali, hal ini membuat aksi yang dulu diidam-idamkan oleh negara-negara pendirinya menjadi buyar. Sehingga seringkali konflik internal yang terjadi di suatu negara justru diintervensi oleh organisasi ini, sehingga hak kedaulatan suatu negara untuk memerintah dan mengamankan negaranya sendiri tidak dihargai, namun hal tersebut dilakukan dengan alasan menjaga perdamaian dunia, sehingga dunia memperbolehkan aksi tersebut.

Sebenarnya bukan hal tersebut yang memprihatinkan. Yang lebih memprihatinkan adalah sikap organisasi ini sebagai penjaga perdamaian dunia yang ternyata tidak berguna disaat-saat memang diperlukan. Misalnya pada kasus di Irak, dimana Amerika Serikat sebagai negara adikuasa mampu dengan enaknya menggulingkan pemerintahan yang ada saat itu, menghabisi nyawa penduduk dan tentara Irak tanpa menghargai hak asasi mereka, serta mengambil seluruh kekayaan alamnya hingga saat ini.

Mengapa hal ini bisa terjadi?? tentunya sangat mudah jawabannya, karena Amerika Serikat sebagai negara yang melakukan agresi juga merupakan anggota kehormatan di organisasi internasional ini yang memiliki hak veto. Kondisi ini bila ingin diumpamakan berupa sebuah permainan, Amerika Serikat bertindak sebagai pemain sekaligus wasitnya. Suatu kondisi yang sangat menguntungkan dan tidak dapat diganggu gugat maupun diintervensi.

Hal ini menunjukkan keadaan dimana adanya perserikatan bertaraf internasional ini tidak lebih hanya sebagai topeng, agar negara-negara yang berkuasa dapat menjajah negara lainnya atas nama perdamaian. Karena seperti pada olahraga tinju, dimana seorang petinju tanpa sparring partner maupun lawan tanding, tidak akan merasakan puas, entah karena tidak mampu mengukur kekuatannya, atau hanya sebatas unjuk kekuatan dan kekuasaan. Dan berdoalah, jangan sampai, sparring partner yang dicari nanti adalah Indonesia.

Cinta Tanah Air

Rasa cinta tanah air kita sebagai bangsa Indonesia sudah jauh memudar dibandingkan lebih dari setengah abad yang lalu. Pernahkah kita menyadarinya?? Banyak sekali penurunan yang terjadi justru pada saat bangsa kita semakin bertambah umurnya. Mulai dari penggunaan barang-barang yang lebih condong ke produk luar negeri, hingga ke gaya hidup.

Banyak sekali penyebab kondisi ini, mulai dari semakin jeleknya nama bangsa kita di mata dunia, hingga kondisi negara kita yang memang sudah sulit untuk diperbaiki. Seringkali kita mendengar orang-orang yang harus memilih antara barang buatan dalam negeri dengan barang buatan luar negeri cenderung memilih yang luar negeri, entah karena lebih bergaya, lebih terkenal, atau lebih bagus kualitasnya. Hal ini bukan isapan jempol belaka, namun sebagian besarnya memang betul. Tidak ada seorangpun yang mau menggunakan barang yang kualitasnya sendiri tidak terjamin oleh pembuatnya. Dan tidak ada seorangpun yang tidak merasa bangga dengan tampil lebih bergaya, apalagi dengan sesuatu yang sudah terkenal di setiap belahan dunia, terutama bagi orang-orang yang mengutamakan penampilan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-harinya. Hal ini terjadi karena rasa cinta terhadap barang buatan negeri sendiri tidak ada. Sedangkan rasa cinta baru akan ada, bila memang ada yang pantas untuk dicintai. Barang-barang produksi dalam negeri yang tidak memiliki kualitas bukannya membuat bangsa ini semakin mencintai produk dalam negeri, melainkan justru membencinya.

Nama Indonesia yang sudah tidak harum juga menjadi penyebab masalah ini. Dengan banyaknya kasus terorisme dan kasus korupsi, membuat bangsa ini sulit untuk dibanggakan di dunia Internasional. Karena dunia lebih banyak mendengar kabar-kabar jelek dibanding yang baiknya, bahkan tidak jarang mereka menyebut Indonesia merupakan sarang teroris. Bangsa kita yang sering berhubungan dengan warga asing tentunya akan merasa malu, bahkan mungkin mengalami kesulitan ketika memperkenalkan dirinya sebagai bangsa Indonesia. Sehingga, seandainya ada warga kita yang memiliki dua atau lebih kewarganegaraan, apabila ditanyakan oleh dunia internasional, sebagian besar akan mengatakan kewarganegaraannya yang lain selain Indonesia. Bahkan tidak jarang ada yang sampai meninggalkan bangsa ini tanpa kerinduan untuk kembali dari bertahun-tahun hingga beberapa generasi.

Bandingkan dengan negara-negara lain, mereka memiliki rasa patriotisme yang tinggi, meskipun berupa negara yang kecil. Apalagi pada negara-negara besar. Mereka selain menumbuhkan rasa cinta tanah airnya dengan berbagai media dan produk dengan kualitas tinggi, juga melakukan suatu propaganda dengan menyerang negara lain secara politik maupun militer, hal ini akan membuat rakyat memiliki jiwa cinta tanah air yang lebih tinggi, begitu juga bagi negara yang diserang.

Indonesia sebagai negara yang memiliki pemerintahan sebaiknya melakukan banyak perbaikan, mulai dari peningkatan kualitas produksi barang-barangnya, melakukan pemberantasan korupsi dan terorisme. Hal ini merupakan tugas yang sangat berat mengingat banyaknya kendala yang dimiliki oleh bangsa ini, mulai dari milayah kedaulatan yang sebagian besarnya berupa lautan, hingga suku-suku dan kerajaan yang beragam dan berbeda-beda di Indonesia. Jangan sampai negara kita harus berperang dulu agar bisa memiliki rasa cinta tanah air.

Kebebasan

Reformasi, itu adalah kata yang cukup terkenal dalam satu dekade yang lampau. Dimana pada masanya, kata ini dipakai untuk menggulingkan rezim pemerintahan saat itu. Akibat banyaknya kondisi di negara ini yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat saat itu, dan oleh karena pemerintahan tangan besi yang tidak memberikan kebebasan berpendapat yang sesuai dengan landasan negara kita. Sehingga pada masa itu, bangsa kita bersatu mengkudeta pemerintahannya dan meminta pergantian pemimpin.

Satu dekade lebih berlalu sejak saat itu namun apa yang terjadi, kehidupan bangsa kita jauh lebih tidak teratur dari sebelumnya, jauh lebih sengsara dari sebelumnya, serta juah lebih tidak aman dari sebelumnya. Hal ini tentu menjadi pertanyaan besar seiring dengan kondisi bangsa yang semakin memburuk. Bahkan tidak jarang, orang-orang tua berpendapat pemerintahan yang terdahulu itu jauh lebih baik dibandingkan pemerintahan yang sekarang walaupun dengan segala kekurangannya.

Saat ini, semakin banyak orang-orang tidak beretika yang bertindak. Tidak ada lagi penghormatan lebih kepada yang lebih tua, karena anggapan kesamaan hak dalam berpendapat dan berusaha.Tidak ada lagi rasa aman karena kebebasan rakyat untuk berekspresi dan mengutarakan pendapat membuat banyak orang dengan mudahnya melanggar hak orang lainnya.

Segala yang terjadi saat ini adalah karena kesalahan memaknai kebebasan yang diperjuangkan dulu. Kebebasan seperti ini bukanlah kebebasan yang diharapkan dekade yang lalu, yaitu kebebasan untuk berpendapat dan berekspresi agar fakta-fakta yang disembunyikan dan ditutup-tutupi bisa diketahui dan dimaknai oleh setiap orang, sehingga kita menjadi bangsa yang kritis dan mau berusaha membangun. Bukan menjadi bangsa yang anarkis dan tidak mempedulikan keberadaan saudara, dan bangsanya sendiri.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.