Archive for January, 2010


From Makassar with Nothing

Ok, first of all, knp judul post ini adl “From Makassar with Nothing”? Alasannya sederhana saja, kebetulan saya baru balik dari Makassar tanggal 1 Januari kmrn, bertepatan dengan tahun baru 2010 M, dan ketika balik ke Bekasi, saya tidak membawa oleh2 buat teman saya. Alhasil mereka pada protes :p~. But, never mind… let’s continue…

setelah 5 tahun ga ke makassar.. pas kmrn kesana lagi.. makassar berubah total hahahah… ada airport baru(internasional lho!!), fly over, tower mandiri, tower jk, trans studio, karebosi link, dsb, dsb… dan skrg makassar lebih hijau dari sblmnya…

inside-transstudio

Trans Studio dilihat dari dalam

Tapi sgt disayangkan… pengaturan lalulintas sangat minim… masih banyak pengendara motor yg melanggar lalu lintas, antara lain sering ngambil jalur mobil, menggunakan helm cetek cetok (mungkin blm ada peraturannya kali ya?) dan klo malam masih banyak balapan liar di daerah unhas (ga tahu nama jln-nya), bgitu juga angkotnya (pete2) masih sering ugal2an. kata kk saya, klo bisa bawa mobil di makassar, maka di seluruh dunia sudah tidak masalah lagi… lol. But, overall… Makassar City still teh best for me… apalagi selalu ada perubahan menuju lebih baik dari sblmnya… Makassar FTW!!!

Jadi, saya saran-kan buat anda yg ingin pergi berlibur untuk memilih Makassar sebagai salah satu tujuan wisata anda… Saya jamin tidak menyesal. Pada kesempatan berikutnya, InshaAllah saya akan membahas wisata yg ada di Makassar, InshaAllah….

Dan kesimpulan pada postingan pertama saya ini, adalah…. judul dan content tidak ada hubungannya sama sekali… ~_~

Thank’s for reading…

Lagu Anak

Industri musik di Indonesia semakin lama semakin berkembang, kita bisa melihat dengan semakin banyaknya acara-acara musik di tanah air yang semakin menggeliat. Bahkan banyak artis hingga band pendatang baru yang sering bermunculan.

Namun ada kekurangan yang tidak pernah dilihat oleh banyak orang dari produser hingga artis-artisnya. Sekarang ini, lagu-lagu untuk anak-anak sudah tidak ada. Bisa dilihat dari makin banyaknya anak-anak yang menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang sepantasnya tidak mereka nyanyikan.

Sebenarnya kelesuan ini sudah terjadi lebih dari bertahun-tahun lalu, hal ini bisa tampak dari tidak adanya lagi penyanyi cilik yang muncul sejak beberapa tahun yang lalu. Yang ada hanyalah penyanyi-penyanyi cilik yang menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang berkompetisi di suatu ajang pencarian bakat di televisi.

Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran dari para pelaku di industri musik tentang pentingnya lagu anak-anak untuk perkembangan psikologinya. Mereka cenderung hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya. Karena untuk lagu anak-anak memerlukan pencipta lagu yang jenaka dan mengerti dunia anak-anak. Segmen pasarnya pun hanya anak-anak, itupun hanya pada anak-anak kecil tertentu yang mampu membeli lagu maupun tiket-tiket konsernya. Sehingga untuk mendapatkan keuntungan memang tidak seberapa.

Ini merupakan suatu kemunduran yang tidak disadari oleh banyak pihak. Harus ada kesadaran dari orang-orang penting di bidang industri ini barulah dapat dilakukan perubahan yang berarti.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.