Reformasi, itu adalah kata yang cukup terkenal dalam satu dekade yang lampau. Dimana pada masanya, kata ini dipakai untuk menggulingkan rezim pemerintahan saat itu. Akibat banyaknya kondisi di negara ini yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat saat itu, dan oleh karena pemerintahan tangan besi yang tidak memberikan kebebasan berpendapat yang sesuai dengan landasan negara kita. Sehingga pada masa itu, bangsa kita bersatu mengkudeta pemerintahannya dan meminta pergantian pemimpin.
Satu dekade lebih berlalu sejak saat itu namun apa yang terjadi, kehidupan bangsa kita jauh lebih tidak teratur dari sebelumnya, jauh lebih sengsara dari sebelumnya, serta juah lebih tidak aman dari sebelumnya. Hal ini tentu menjadi pertanyaan besar seiring dengan kondisi bangsa yang semakin memburuk. Bahkan tidak jarang, orang-orang tua berpendapat pemerintahan yang terdahulu itu jauh lebih baik dibandingkan pemerintahan yang sekarang walaupun dengan segala kekurangannya.
Saat ini, semakin banyak orang-orang tidak beretika yang bertindak. Tidak ada lagi penghormatan lebih kepada yang lebih tua, karena anggapan kesamaan hak dalam berpendapat dan berusaha.Tidak ada lagi rasa aman karena kebebasan rakyat untuk berekspresi dan mengutarakan pendapat membuat banyak orang dengan mudahnya melanggar hak orang lainnya.
Segala yang terjadi saat ini adalah karena kesalahan memaknai kebebasan yang diperjuangkan dulu. Kebebasan seperti ini bukanlah kebebasan yang diharapkan dekade yang lalu, yaitu kebebasan untuk berpendapat dan berekspresi agar fakta-fakta yang disembunyikan dan ditutup-tutupi bisa diketahui dan dimaknai oleh setiap orang, sehingga kita menjadi bangsa yang kritis dan mau berusaha membangun. Bukan menjadi bangsa yang anarkis dan tidak mempedulikan keberadaan saudara, dan bangsanya sendiri.
